Mengenal Umbi Bakung Putih (Crinum Asiaticum L.) Sebagai Antibakteri Penawar Jerawat

Hai hai hallo laveesian… bagaimana kabar kamu-kamu sekalian sekarang? Semoga tetap ok dan kece selalu. Kabar gembira bagi laveesian yang mempunyai masalah kulit terutama penyakit jerawat yang membandel. Karena Kali in saya akan memberikan sedikit wawasan tentang formula hasil riset yang dilakukan oleh Syaikhul A seorang yang menguak dan mengenal Umbi bakung putih (crinum asiaticum L.) sebagai antibakteri penawar jerawat.

Secara empiris umbi bakung putih pada zaman dahulu terutama di Indonesia banyak ditanam sebagai tanaman hias dan biasanya tumbuh liar di dataran rendah sampai mencapai ± 700 m diatas permukaan laut biasanya dipakai untuk mengobati racun akibat panah beracun, gigitan ular dan juga serangga, keracunan makanan serta obat luka pada kulit.

Mungkin begitu besarnya manfaat dari umbi bakung putih tersebut akan tetapi hanya sebatas pembuktian secara empiris, pada akhirnya banyak kalangan dari para kalangan akademisi di bidang pertanian dan perkebunandan lain-lainnya tertarik untuk menelisik lebih mendalam melalui kajian secara ilmiah yaitu penelitian yang berhubungan dengan umbi bakung putih tersebut.

Seperti contohnya bakung putih dapat digunakan untuk mengobati luka sehingga berdasarkan itu maka timbul pemikiran bahwa bakung putih itu mengandung senyawa yang berguna untuk bakteri (antibiotik) yang ada pada luka tersebut.

Seperti kita ketahui berdasarkan artikel saya terdahulu tentang jerawat dan penyebabnya. Jerawat merupakan suatu peradangan pada kulit terutama kelenjar pilosebaseus dengan berbagai derajat keparahanya yang disebabkan oleh multifaktorial salah satu diantaranya disebebakan karena bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.

Pada penelitian yang sudah dilakukan ini melakukan evaluasi terhadap aktifitas antibakteri penyebab jerawat seperti bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis. Bahan yang diambil adalah ekstrak etanol daun dan umbi bakung putih (Crinum asiaticum L)

Sebelum kita uraikan manfaat umbi Bakung putih terhadap efek antibakterinya kita akan akan mengenal dulu apa itu umbi bakung putih, kandungan di dalamnya apa manfaat dan mekanismenya dalam hal penghambatan perkembangan bakteri penyebab jerawat.

Apa itu Umbi Bakung Putih (Crinum asiaticum L)?

Bakung putih atau dalam istilah latin disebut dengan Crinum asiaticum L. Ciri-ciri tanaman ini adalah termasuk dalam terna tahunan biasanya tinggi sekitar 0,5 – 1,3 m, memiliki umbi lapis yang besar berdiameter sekitar 5 – 10 cm. Tinggi batang semu dengan tunasnya berukuran 9 – 75 cm, letaknya berada pada ujung umbi. Memiliki daun duduk dengan bentuk khas seperti pita atau lanset dengan panjang rerata sekitar 3 -120 cm, lebarnya berukuran 3 -18 cm, serta punya urat – urat daun sejajar yang kelihatan jelas. Ada kira-kira 10 – 40 bunga dengan susunanya seperti payung dana berwarna putih berbetuk corong tersusun dalam bentuk payung.

Tanaman ini dapat menghasilkan buah kotak dengan kulit tipis bulat telur yang terbalik bantuknya, didalamnya terdapat biji yang ukuranya besar-besar sejumlah kira-kira 1 hingga 5, pada saat matang biji ini akan merekah dan terbentuk jadi dua rongga. Dilapisi dengan lapis lendir.

Mengenal Umbi Bakung Putih (Crinum Asiaticum L.) Sebagai Antibakteri Penawar Jerawat

Apa yang terkandung di dalam daun dan umbi bakung putih (Crinum asiaticum L)?

Pada ekstrak daun memiliki kandungan senyawa kimia diantaranya tanin dan alkaloid, pada isolasi daunnya mengandung senyawa krinamin, likorin, norgalantamin, serta norepigalnatamin. sedangkan pada umbinya terdapat kandungan senyawa kimia saponin dan alkaloid berupa likorin. Jika umbi yang isolasi terkandung kriasiatisidin, pratorinin, likorin, 4 hidroksi 7 metoksiflavan.

Khasiat bakung putih ini adalah sebagai perangasang muntah, obat penetral racun, peluruh keringat, obat cacingan yang paling penting adalah sebagai antibakteri dan inflamasi.

Bagaimana mekanisme Ekstrak daun dan umbi bakung putih terhadap antibakteri ?

Mekanisme ekstrak daun dan Umbi bakung putih dalam aktifitas antibakteri yaitu dengan cara merusak dinding sel serta dapat mempengaruhi permeabilitas pada membran sel Bakteri Propionibacterium acnes penyebab jerawat. Tandanya yaitu terlihat keluarnya asam nukleat, Ion Kalium dan kalsium 2+ dan protein dari sel sehingga akan mengubah dinding pada sel bakteri propionibacterium acnes.

Kesimpulanya dari uji efektifitas in adalah bahwa ekstrak daun dan umbi bakung putih memiliki aktifitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis.

Walaupun pada penelitian ini masih dilakukan dalam mendium agar dan belum dilakukan pada manusia. Namun tetap akan menjadikan suatu hal yang tidak mungkin akan menjadi pilihan terapi pada penyakit jerawat mengingat pilihan terapi dengan menggunakan antibakteri secara kimia dapat memberikan efek resistensi (kekebalan bakteri terhadap antibiotik)

Demikian sekilas pengungkapan ekstrak daun dan umbi bakung yang mampu memberikan efek antibakteri penyebab jerawat. Mudah-mudah dapat menambah wawasan laveesian sekalian dan bermanfat bagi bagi kita semua.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang terapi jerawat dan permasalahannya dan bagaimana terapinya laveesian dapat berkonsultasi secara gratis dengan cara Klik di Sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *