Formula Memperlambat Proses Penuaan Pada Manusia dengan Metformin

Aging (proses penuaan) seluler mempresentasikan respon umum terhadap berbagai bentuk dari kerusakan yang berakumulasi dengan bertambahnya umur. Ciri-ciri pada penuaan adalah menurunnya fungsi yang terjadi pada semua jaringan baik secara umum/general maupun dengan meningkatnya kejadian penyakit kronis atau disebut juga inflamamaging (Bonafe et. All 2012).

Penyakit kronis diantaranya seperti kanker, Alzheimer, Diabetes sering terjadi pada orang tua. Risiko kematian akibat dari inflamaging meningkat 100-100 kali lipat dengan rerata berusia 35 dan 85 tahun. Untuk alasan ini, ada kebutuhan untuk pengembangan intervensi baru untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan sampai usia tua untuk meningkatkan masa hidup. Sehingg sekarang benyka penelitian-penelitian terbaru terkait formula memperlambat proses penuaan pada manusia dengan metformin.

Terapi pada penuaan ini bukanlah seperti yang banyak dibayangkan orang, agar manusia bisa hidup selamanya. Seperti yang diungkapkan oleh Stephanie Lederman, Direkutur American Federation For Ageing Reasearch dlam tulisanya menyebutkan “Apa yang kita lakukan adalah untuk memperpanjang masa hidup dan bukan untuk mencari terapi agar manusia hidup selamanya. Masa hidup didefinisikan sebagai tahun kehidupan yang dijalani sesorang tanpa mengalami penyakit kronis apapun.

Bagaimana bisa metformin dapat di manfaatkan dalam usaha memperpanjang masa hidup? Banyak penelitian-penelitian yang dilakukan dan dikembangkan dalam usaha untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hingga sekarang penelitian tersebut masih dikembangakan karena efek peningkatan perhatian dan demand masyarakat tentang masalah antiaging, dan menjadi nilai bisnis yang sangat besar.

Metformin adalah sejenis obat yang dikonsumsi untuk membantu dalam mengontrol kadar gula dalam darah pada orang-orang yang mengidap penyakit diabetes mellitus tipe 2, dalam istilah orang awam penyakit gula. Pemakaian metformin disini sebagai obat antidiabet lini pertama.

Peroses penuaan dini akan sangat dipengaruhi oleh adanya peningkatan kadar gula dalam darah. Sehingga akan mempengaruhi insulin sebagai hormon untuk menurunkan kadar gula akan terganggu, efek buruk sisi lainnya dari kadar gula yang tinggi adalah akan terjadi penumpukan kolesterol dan lemak yang akan mencetuskan terjadi problem kegemukan, keadaan ini akan menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif. Sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dengan metformin, akan mengontrol kadar gula darah, sehingga akan mencegah proses penuaan dini.

Dalam penelitian yang dilakukan Para peneliti untuk mempelajari bagaimana cara kerja metformin di dalam spesies Caenorhabditis elegans suatu cacing gelang kecil yang ideal digunakan untuk mempelajari proses penuaan, spesies ini memiliki umur hanya tiga minggu. Pada cacing yang telah menua maka akan terlihat cacing semakin kecil, mengkerut serta akan terjadi pengurangan dalam pergerakannya.

Kemudian pada cacing itu akan diberi metformin dan hasilnya didapatkan terjadi penurunan ukuran yang sangat terbatas serta tidak ada kerutan. Cacing tetap berada pada keadaan sehat untuk waktu yang cukup lama. Penelitian ini sebgai landasan untuk penelitian selanjutnya di masa yang kan datan dalam proses penggunaanya terhadap manusia.

Pada penelitian selanjuutnya dalam jurnal Diabetes, Obestity and Metabolism pada tahun 2014, menyimpulkan bahwa pasien diabetes yangmenerima metformin memiliki umur yang lebih panjang dari rata-rata dibandingkan dengan pesien yang tidak menderita diabetes dan tidka menerima metformin.

Akan tetapi kita juga harus bijak dan wajar dalam penggunaan metoformin sehingga akan terhindar dari efek samping dari obat tersebut. Dan metformin bukan obat ajaib untuk mencapai kondisi awet muda muda. Yang paling penting adalah gaya hidup sehat yang akan membuahkan kesehatan berbonuskan kecantikan.

Pengawasan oleh ahli maupun dokter adalah sebuah bentuk dari supervisi yang wajib saat akhirnya memutuskan dalam mengonsumsi metformin agar dosis yang diperlukan bisa ditakar dengan tepat.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sharing terkait masalah diatas dapat di klik disini, dapat tips-tips tentang kesehatan secara gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *