7 Kesalahan dalam Menangani Jerawat yang Harus Kamu Hindari

Hampir banyak orang yang memiliki masalah dengan jerawat, banyak obat dan perawatan yang tersedia yang dapat membingungkan . Dan sangat mudah membuat kesalahan mengobati jerawat atau bahkan membuatnya kondisinya  lebih buruk lagi meski dengan niat awal  yang baik.

Disini para ahli membuat daftar kesalahan yang paling umum.

Kesalahan No 1 : Tidak Mencoba Pengobatan Jerawat Cukup Lama

Kesalahan merawat jerawat yang paling banyak terjadi adalah mencoba pengobatan jerawat cukup lama. lama di sini masuk kedalam kategori di atas 6 bulan. dan kesalahan dalam merawat jerawat ini banyak terjadi jug di indonesia

Kulit bereaksi perlahan terhadap pengobatan. Bahkan jika jerawat cepat datang, masih butuh waktu untuk sembuh. Itu biasanya memakan waktu antara 6 dan 12 minggu, kata Barbara R. Reed, MD, seorang profesor dermatologi di University of Colorado Hospital di Denver.

April W. Armstrong, MD, MPH, adalah asisten profesor dermatologi di University of California Davis Health System. Dia mengatakan kepada pasien untuk memberikan produk 1 bulan dan kemudian terus menggunakannya jika mereka melihat adanya perbaikan.

Dalam beberapa kasus, kulit Anda mungkin terasa sedikit terganggu beberapa minggu pertama pengobatan, kata Diane S. Berson, MD. Dia adalah asisten profesor klinis dermatologi di Weill Medical College di Cornell University, Ithaca.

“Ini bukan infeksi, itu peradangan. Bahkan bisa menjadi lebih buruk sebelum membaik, “kata Berson.

Kesalahan No 2 : Mencoba Terlalu Banyak Produk Sekaligus

Kesalahan menghilangkan jerawat yang kedua adalah mencoba perawatan yang banyak sekaligus. Kesalahan saat mengobati jerawat ini terjadi karena mungkin merasa urgentnya seseorang dalam menghilangkan jerawat.

Orang biasanya akan memakai banyak produk saat mereka tidak mendapatkan hasil dalam beberapa hari perawatan pertama, kata Reed.

“yang terjadi setalah itu adalah mereka mulai mencoba produk yang berbeda, meninggalkan dengan sangat cepat jika mereka tidak melihat hasilnya dalam satu atau dua hari. Mereka juga menambahkan satu produk ke produk lainnya. Terkadang produk tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan menambah masalah  lebih lanjut pada pemiliknya, “katanya.

Bila seseorang mengobati jerawat mereka sendiri, mereka mungkin secara tidak sengaja membuat  tertekanarea jerawat teebut. Hal ini bisa membuat luka jerawat lebih besar, lebih berpigmen, dan sembuh dengan bintik dan bekas luka, kata Berson.

Kesalahan No. 3: Over-Scrubbing atau Over-Cleansing

Kesalahan menangani jerawat yang ketiga adalah over scrubbing atau over cleansing. Menggosok kulit justru akan memperburuk jerawat, karena bisa membahayakan penghalang pelindung kulit dan meningkatkan iritasi, kata Berson.

Sebagai gantinya, cuci dengan lembut dengan pembersih yang tidak berenergi dan pH seimbang untuk mengurangi peradangan. Ini juga penting untuk benar-benar membilas pembersih, karena residunya bisa membuat iritasi, katanya.

Jerawat bukan dari kotoran,” kata Reed. “Banyak orang cenderung terlalu sering mencuci dan over scrub saat mereka berjerawat.

Kesalahan No. 4: Memilih Produk yang Salah untuk Kulit Rawan Jerawat

Pembersih yang keras, sabun alkali bar, dan produk berbasis alkohol dapat memperburuk jerawat, kata Berson.

Reed mengatakan bahwa dia menyarankan pasien untuk mencari produk “noncomedogenic” atau “for acne-rone skin”. Produk noncomedogenic tidak mengandung bahan yang cenderung menyumbat pori-pori pada orang dengan kulit berjerawat.

Bahan-bahan tertentu yang ditemukan dalam produk seperti kosmetik, tabir surya, dan pelembab lebih cenderung menyumbat pori-pori. Ini termasuk isopropil palmitat, isopropil miristat, butil stearat, isopropil isostearat, desil oleat, isostearil neopentanoat, isoksetil stearat, myristat myristat, mentega kakao, lanolin asetat, dan pewarna merah D & C. Produk yang mengandung minyak bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Kesalahan No. 5: Menekan Jerawat

Memetik (menekan) jerawat memperpanjang waktu penyembuhan dan meningkatkan risiko jaringan parut. Bahan yang terinfeksi bisa didorong lebih jauh ke dalam kulit, menyebabkan lebih banyak pembengkakan dan kemerahan.

“Orang cenderung merawat lesi. Mereka memeriksanya dengan sangat cermat beberapa kali dalam sehari dan mulai membayangkan bahwa ada sesuatu yang bisa menempel pada lesi atau ekstrak dari lesi. Jadi mereka memilih dan lukanya semakin parah, “kata Reed.

Kesalahan No. 6: Berlebihan atau Jarang dalam Menggunakan Obat Jerawat yang Telah Ditetapkan

Berson mengatakan bahwa dia menekankan pada pasien untuk menggunakan obat seperti yang diinstruksikan. Penggunaan berlebihan tidak akan membantu membersihkan jerawat. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak kemerahan dan kekeringan.

Hal yang paling sulit adalah konsistensi. Banyak orang kurang terbiasa karena kehilangan motivasi setelah 2 minggu pertama. Mereka tidak bisa mengharapkan hasil dalam semalam, kata Armstrong.

Kesalahan No. 7: Menghentikan Penggunaan Obat Jerawat Begitu Bersih

Cara terbaik untuk mengurangi penggunaan obat dengan menggunakannya dikurangi dan dikurangi.. Misalnya, jika Anda telah menggunakannya dua kali sehari, gunakan sekali sehari untuk sementara, lalu sekali sehari, lalu dua kali seminggu, lalu berhenti.

Agar kulit tetap bersih, kebanyakan orang perlu terus menggunakan setidaknya satu produk jerawat. Mungkin untuk mengurangi beberapa kali dalam seminggu jika seseorang menggunakan obat bebas.

Itulah 7 kesalahan jerawat dalam menanganinya. Apabila kamu ingin menghilangkan jerawat dan memiliki masalah jerawat yang cukup akut, kamu bisa memulai di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *