4 Bahan Aktif Dalam Krim Jerawat Sebagai Pembasmi Jerawat

Akne Vulgaris (AV) atau jerawat merupakan kondisi peradangan kronik kelenjar minyak di kulit. Penyebabnya multifaktorial, seperti genetik, ras, hormonal, stress, cuaca, kelembaban, penggunaan kosmetik hingga diet dan obat-obatan. Sehingga dibutuhkan berbagai macam cream penghilang jerawat dan pemutih wajah sebagai obat jerawat apotik paling ampuh pilihan utama.

Jerawat memang tidak dikategorikan sebagai penyakit yang dapat mengancam jiwa, Namun dapat berpengaruh pada kualitas hidup dan kehidupan sosial ekonomi, psikosial dan emosional seseorang. Beberapa kasus dapat menimbulkan keresahan sehingga diperlukan pertolongan dokter dan biasanya diberikan terapi secara topical.

Terapi topical merupakan satu cara yang banyak dipilih dalam mengatasi jerawat bentuknya adalah Krim jerawat atau pemberian krim yang digunakan secara topical/dioles. Tujuan diberikan terapi ini adalah untuk mengurangi jumlah jerawat yang telah ada, mencegah terbentuknya spot yang baru dan mencegah terbentuknya scar ( bekas jerawat ). Terapi topikal diberikan untuk beberapa bulan atau tahun, tergantung dari tingkat keparahan jerawat. Pemberiannya tidak hanya dioleskan pada daerah yang terkena jerawat, tetapi juga ada pada daerah disekitarnya.

Banyak sekali provider obat jerawat seperti obat jerawat apotik kimia farma atau mungkin cream penghilang bekas jerawat di apotik.

Ada berbagai macam obat – obatan racikan secara topical yang didalamnya mengandung bahan aktif sehingga sangat efektif dalam mengatasi masalah jerawat. Kandungan bahan aktif krim jerawat terdiri berbagai macam dan mempunyai fungsi masing-masing.

Adapun kandungan obat jerawat yang ampuh ya antara lain:

1. Antibiotik

Antibiotik topikal banyak digunakan sebagai terapi jerawat. Mekanisme kerja antibiotik topikal yang utama adalah sebagai antimikroba. Hal ini telah terbukti pada klindamisin 1% dalam mengurangi jumlah P. Acnes baik dipermukaan atau dalam sealuran kelenjar sebasea. Lebih efektif diberikan pada pastula dan lesi papulopustular yang kecil. Eritromisin 3% dengan dikombiunasi benzoil peroksida 5% tersedian dalam bentuk gel.

Thomas dkk melakukan penelitian dengan membandingkan eritromisin 1,5% dengan klindamisin 1% mendapatkan hasil yang sama – sama efektif, dua pertiga pasien mendapatkan respon yang sangat baik dalam waktu 12 minggu, tetapi penggunaan eritromisin secara tunggal tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan resistensi. Penggunaan eritromisin kombinasi dengan benzoil peroksida lebih direkomendasikan.

Keefektifan antibiotik topikal pada jerawat karena mekanisme kerja dalam mengeliminasi bakteri membutuhkan jangka waktu yang panjang.

antibiotik untuk jerawat

2. Asam Retinoid (Tretionin)

Tretionin adalah bentuk asam dari Vitamin A dan juga dikenal sebagai semua –trans retinoic acid (ATRA). Tretionin merupakan obat yang menyebabkan deskuamasi, menyerupai efek sinar matahari, melepaskan prostaglandin, menyebabkan pengelupasan/peeling dan eritema.

Beberapa penelitian menunjukan bahwa tretionin topikal dapat menurunkan penyatuan folikel – folikel sel epitelial dengan mengurangi pembentukan komedo (blackheads) sehingga dapat menekan jumlah lesi yang terinflamasi. Sebagai efek sekunder dari komedogenesis, tretionin mampu mengubah lingkungan duktus menjadi tempat yang asing bagi pertumbuhan P. Acnes

Pemilihan sediaan tergantung pada lokasi timbulnya jerawat. Biasanya lotio yang digunakan untuk jerawat di punggung , sedangkan gel untuk jerawat dimuka. Sediaan tretionin dapat berupa gel, krim, lotio dengan konsentrasi 0,025% – 0,05%. Terapi terutama pada wajah, harus dimulai perlahan untuk menghindari reaksi iritan yang berlebihan. Pada penggunaan topikal, berbagai macam efek samping dapat timbul. Tertionin dapat menyebabkan kulit menjadi kering, bahkan pada bebrapa orang yang sensitif dapat menimbulkan kemerahan, gatal dan rasa panas seperti terbakar.

Kesimpulannya terapi menggunakan retinoid ( tretionin ) aman, efektif, ekonomis dalam mengatasi semua bentuk jerawat terutama pada kasus – kasus yang berat. Retinoid sebaiknya diberikan sebagai terapi awal, baik secara tunggal ataupun kombinasi dengan topikal atau oral antibiotik dan bezoil peroksida. dan ini juga biasanya yang terdapat dalam obat penghilang bekas jerawat resep dokter dan memiliki banyak sekali review produk penghilang bekas jerawat

Asam Retinoid (Tretionin)

3. Benzoil Peroksida

Benzoil peroksida adalah suatu zat kimia gabungan antara 2 kelompok benzoil (benzaldehyde) dengan kelompok peroksida. Mempunyai sifat bleaching yang kuat dan dalam konsentrasi yang tinggi mudah terbakar dan meledak. Ini yang biasanya terdapat dalam cream penghilang jerawat di apotik.

Lake ( 1942 ) melakukan penelitian dengan menggunakan benzoil peroksida pada kulit, didapatkan efek antiseptik tanpa menimbulkan iritasi pada kulit dengan efek lain berupa mempercepat penyembuhan, lokal anestesi, menghilangkan nyeri dan iritasi lokal. Beberapa penelitian lain telah menunjukan bahwa zat ini dapat mengurangi pembentukan sebum.

Efek antiseptik, mengurangi jumlah bakteri pada permukaan kulit tetapi tidak menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotic, mengurangi jumlah yeasts, bertindak sebagai anti inflamasi. Faktor oksidasi dapat mengeluarkan sebum yang tersumbat dan membantu membebaskan pori – pori dan melepaskan radikal bebas yang dapat membunuh bakteri.

Zat ini digunakan sebagai terapi topikal pada jerawat sejak 20 tahun terakhir dan mungkin menjadi terapi topikal pertama yang terbukti efektif. Digunakan untuk pengobatan jerawat ringan sampai sedang dan juga komedo. Benzoil peroksida tersedia dalam berbagai zat tunggal atau campuran dengan zat lain seperti sulfur, hidrokuinolon. Sediaanya dapat berupa gel, krim, lotion dan pembersih muka dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20%. Beberapa peningkatan efektifitas yang nyata jika dibandingkan dengan konsentrasi 2,5% ( konsentrasi dengan toleransi yang lebih baik ).

Benzoil Peroksida

4. Azelaic Acid

Azelaic acid adalah derivat asam dekarboksilat dari Pityrsporum ovale, ditemukan beberapa tahun lalu. Beberapa penelitian dari Italia dan United kingdom ( UK ) menemukan bahwa azelaic acid ini efektif sebagai terapi jerawat, bahkan pada jerawat yang berat.

Penelitian klinis menunjukan bahwa azelaic acid dapat mengurangi jumlah lesi non inflamasi. Efek azelaic dalam terapi jerawat adalah sebagai antibitoik komedolitik dan antibakteri.

azelaic Acid

Jika anda ingin mengetahui lebih banyak dan mendalam krim jerawat yang mengandung bahan aktif sebagai terapi jerawat yang ampuh kami menyediakannya sehingga aman, sekaligus dapat berkonsultasi secara gratis dengan klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *